PANINGGAHAN, HaluanMasyarakat Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Siriah, Kabupaten Solok, kembali menerima bantuan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dari UPR (Ube Pallet Rental) Leasing Co.Ltd melalui Japan International Forestry Promotion (JIFPro).“Bantuan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan yang diberikan UPR Leasing Co dalam bentuk perbaikan ekosistem hutan melalui kegiatan reboisasi, dengan menanam tanaman produktif, seperti kemiri, coklat dan cengkeh. Paninggahan merupakan nagari satu-satunya di Sumbar yang mendapat bantuan JIFPro sejak tahun 2003,” ujar Wakil Gubernur Sumbar, Marlis Rahman, Senin (11/6), saat melakukan penanaman perdana program reboisasi JIFPro tahap III seluas 41 hektar yang dibiayai UPR Leasing Co di Nagari Paninggahan.Penanaman tersebut disaksikan langsung oleh Presiden UPR Leasing Co, Yoshiya Sakata, sebagai lembaga penyandang dana. Hadir juga pada kesempatan itu Wakil Bupati Solok, Desra Ediwan, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Syahrial Syam dan tokoh masyarakat Nagari Paninggahan, Abu Bakar Bulek. Nagari Paninggahan yang terletak di pinggir Danau Singkarak itu telah 3 kali mendapat bantuan JIFPro. Bantuan tahap I dimulai tahun 2003/2004 seluas 30 hektar, dengan nilai bantuan Rp160 juta, bantuan tahap II pada tahun 2006/2007 seluas 20 hektar dengan nilai bantuan Rp114,8 juta dan bantuan tahap III tahun 2007/2008 ini seluas 41 hektar dengan nilai bantuan Rp204 juta. Diharapkan, kegiatan reboisasi dengan bantuan JIFPro ini kelak mencapai luasan 1.000 hektar.JIFPro sebagai pelaksana program reboisasi dan UPR Leasing Co sebagai penyandang dana hanya memberikan bantuan uang kepada masyarakat Nagari Paninggahan atas proposal bantuan yang mereka ajukan.Sedangkan teknis pelaksanaan, seperti kegiatan pengadaan bibit dan lainnya, diserahkan kepada masyarakat. JIFPro dan penyandang dana program reboisasi secara berkala melakukan pemantauan langsung pelaksanaan di lapangan. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Syahrial Syam, bantuan yang diberikan UPR Leasing Co melalui program JIFPro ini merupakan upaya pihak luar negeri menjadikan Indonesia sebagai bagian dari “paru-paru dunia” untuk menjaga ketersediaan oksigen di tengah isu pemanasan global.“Posisi Sumbar di tanah air sebagai “paru-paru dunia” adalah nomor dua setelah Papua. Karena itu perhatian luar negeri cukup tinggi terhadap Sumbar sebagai andalan produsen oksigen,” ujar Syahrial.Bantuan reboisasi dari JIFPro, selain mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari Paninggahan juga menjaga kelestarian sumber air Danau Singkarak sehingga diharapkan mampu mempertahankan permukaan air danau yang dimanfaatkan oleh PLTA Singkarak.Tokoh masyarakat Paninggahan, Abu Bakar Bulek, yang juga mantan Walinagari Paninggahan 2001-2006, mengatakan, sebanyak 200 kepala keluarga (KK) masyarakat Paninggahan telah terlibat dalam kegiatan reboisasi yang telah berlangsung 2 tahap tersebut.Setiap KK minimal melakukan reboisasi terhadap 0,25 hektar lahan kritis yang berstatus tanah ulayat. Di Nagari Paninggahan tercatat luas lahan kritis mencapai 2.700 hektar. Seluas 700 hektar berstatus kawasan hutan (hutan negara) dan 2.000 hektar berstatus tanah ulayat. unova
Posted by: Haluan Harian | June 12, 2007