Posted by: Haluan Harian | June 13, 2007

Pilkada Jangan Ganggu Ekonomi

PADANG, Haluan 

Sejumlah figur mulai mencuat menjelang pelaksanaan perhelatan besar pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Padang 2008. Terkait hal tersebut asosiasi dunia usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Padang mengharapkan pelaksanaan Pilkada tersebut dapat berjalan secara wajar sehingga tidak mengganggu iklim ekonomi dan usaha Padang apalagi mengingat Padang sebagai ibukota provinsi. 

 “Kita harapkan pelaksanaan Pilkada Kota Padang 2008 dapat berjalan secara normal. Para calon dan pendukung jangan terlalu “ngotot” sehingga berbuat hal-hal yang dapat memicu terjadinya kisruh yang akan berdampak tidak baik terhadap iklim usaha dan investasi di Kota Padang apalagi mengingat Padang sebagai ibukota provinsi,” ujar Ketua Kadin Kota Padang, Yunisfar, SE yang dikonfirmasi Haluan Selasa (12/6).  

Menurut Yunisfar, iklim usaha dan ekonomi sangat tergantung pada situasi keamanan dan isu-isu politis suatu daerah. Karenanya pelaksanaan Pilkada yang syarat muatan politis dan sangat rentan terhadap aksi-aksi kecurangan, yang dapat membuat suasana kemanan menjadi tidak kondusif di suatu daerah karena persaingan yang tidak sehat dan tidak wajar dalam memenangkan persaingan menjadi orang pertama di kota ini. 

“Dimanapun di belahan dunia ini dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah pasti aksi “ngotot” tersebut tidak bisa dihindarkan. Nah disinilah kita harapkan peran Komisi Pemilihan Umum untuk mengawasi Pilkada tersebut agar pelaksanaan pilkada dapat berlangsung lancar dan terkendali. Tidak hanya mengawasi prosesnya namun juga sumber dananya harus jelas agar tidak ada ribut-ribut dikemudian hari seperti masalah dana non budgeter DKP,” ujar dosen UBH tersebut lagi.  

Dikatakannya, terlepas dari siapa pun yang akan terpilih nantinya sebagai Walikota dan Wakil Walikota Padang, yang pastinya calon pemimpin di kota ini haruslah orang-orang yang punya visi dan misi yang sama untuk membangun perekonomian Kota Padang ke depan menjadi lebih baik dan lebih berkembang sehingga mampu menjadi tempat hidup dan bergantung yang kokoh bagi masyarakatnya.  

“Yang kita harapkan tentu adalah pemimpin yang mampu menggairahkan geliat perekonomian di kota ini. Mengingat dalam beberapa tahun terakhir ini, ekonomi Padang relatif merosot. Padang tak lagi menjadi tempat yang menarik bagi sebagian besar orang untuk hidup dan berusaha di sini. Kebanyakan usaha banyak berpindah ke Bukittinggi misalnya karena roda usaha di sini tak lagi menggairahkan. Inilah yang harus menjadi perhatian besar bagi walikota dan wawako terpilih nantinya. Bagaimana menciptakan Padang yang tak hanya mendapatkan pengakuan dengan berbagai penghargaan yang diraih dari luar, namun yang paling penting adalah pengakuan dari masyarakatnya sendiri yang memang merasakan bahwa pemerintahnya memang telah berbuat banyak untuk kesejahteraan masyarakatnya,” kata dia lagi.  

Ditambahkannya, pemimpin terpilih nantinya harus mampu menjadikan Padang memiliki daya tarik tersendiri baik bagi masyarakatnya sendiri maupun dari luar. Baik itu dari segi keamanan dan kenyamanan berusaha dan prospek berusaha. Dengan demikian, lambat laun daya tarik dari bidang lain seperti wisata dan lainnya akan menjadi satu dan menimbulkan kekuatan ekonomi baru bagi kota ini.  

“Kalau harapan kita dari dunia usaha sih, pemimpin yang terpilih nantinya adalah birokrat yang enterpreneur. Dalam artian dia seorang politisi yang hebat, namun juga seorang yang punya visi pengembangan ekonomi dan usaha yang hebat pula. Perpaduan dan sinergitas antara 2 unsur tersebut pastinya akan menciptakan Padang menjadi daerah yang mapan secara ekonomi namun juga tetap kondusif,” ungkap dia lagi.uita


Categories