Posted by: Haluan Harian | December 27, 2007

HAbis Bercerai, Sutanto Gorok Leher Jandanya

PASBAR, Haluan

Warga Jorong Puja Rahayu,  Kenagarian Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasaman Barat gempar, ketika mengetahui ada kasus pembunuhan yang dilakukan oleh suami terhadap isterinya Kamis sore kemaren.

Korban Titi (40) tewas seketika dengan leher nyaris putus, setelah digorok Sutanto Widodo (52) dengan sebilah parang. Usai menghabisi  nyawa bininya, tersangka pelaku yang kalap itu mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara meneguk racun rumput, kemudian menyerahkan diri ke kantor polisi. Sesampai di kantor polisi kondisi tersangka oyong lalu dilarikan ke Rumah Sakit Yarsi Simpang Empat.

Warga setempat yang mengetahui peristiwa berdarah di sore itu merasa kaget, karena tak mengira tersangka berbuat sekejam itu pada istrinya.

Sebelumnya korban dan pelaku baru saja usai melaksanakan sidang perceraian secara adat. Usai sidang, korban pulang ke rumah dengan membonceng sepeda motor  BA.6103 QD yang dikendarai saudaranya. Rupanya tersangka pelaku mengikuti dari belakang. Menjelang korban sampai di rumah langsung dicegat pelaku dan terjadi perang mulut dengan pengendara sepeda motor yang ditumpangi korban.

Tanpa pikir panjang tersangka langsung memegang krah baju korban sambil digorok leher dengan parang.  Sebelum digorok, korban sempat minta ampun, tapi tak dihiraukan oleh pelaku. Bahkan dengan ganasnya pelaku menggorok leher korban hingga nyaris putus  dengan darah berceceran. Beberapa saat kemudian korban tewas di tempat kejadian.

Usai membunuh istrinya, pelaku kabur sambil mencoba bunuh diri dengan cara meneguk racun rumput. Diduga takut akan dicari polisi, tersangka kemudian menyerahkan diri.

Kini tersangka yang dinilai sadis tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit Yarsi Simpang Empat dengan tangan diborgol dibawah kawalan polisi.

Kapolres Pasbar AKBP Drs.Mahavira Zen kepada Haluan tadi malam mengungkapkan, diduga sang suami merasa sakit hati terhadap istrinya, karena mereka baru saja usai sidang perceraian secara adat lalu muncul niatnya untuk melakukan pembunuhan.

“Namun untuk mengetahui motif sebenarnya, tentu setelah tersangka berhasil diperiksa nanti. Yang jelas tersangka belum bisa diperiksa, karena sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” katanya.

Dikatakan, walaupun tersangka sedang dirawat, pihaknya terus melakukan penjagaan, karena dikwatirkan  bakal mencoba bunuh diri lagi dengan cara lain.Bahkan tersangka diborgol tangannya.(eja)


Leave a response

Your response:

Categories