Posted by: Haluan Harian | June 6, 2007

Adipura, Terminal dan Rohanna Koeddoes


Padang Raih Adipura ke-15
 


PADANG, Haluan
Kerja keras masyarakat bersama petugas kebersihan Kota Padang kembali menuai hasil dengan meraih Piala Adipura untuk ke-15 kalinya. Bahkan, pada penilaian kota terbersih tingkat nasional dalam rangka Hari Lingkungan Hidup 2007 sekarang, Kota Padang berhasil meningkatkan prestasi dengan ‘memboyong’ tiga penghargaaan sekaligus.Khusus untuk Piala Adipura akan diserahkan langsung Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara
Jakarta pagi ini, Rabu (6/6). Sedangkan untuk penghargaan SLHD terbaik dan Adiwiyarta menurut rencana diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup siangnya di Hotel Said.

“Kita sangat bersyukur. Berkat kerja keras masyarakat, dukungan kalangan BUMN/BUMD dan Perbankan, terutama kerja keras petugas kebersihan, kita dapat meningkatkan prestasi tahun ini. Penghargaan ini untuk seluruh kalangan masyarakat,” kata Walikota Padang H. Fauzi Bahar yang sedang berada di
Jakarta melalui Handphone-nya kepada Haluan, Selasa (5/6) kemarin.

Fauzi mengaku belum mengetahui pasti kategori dan peringkat penghargaan yang akan diterimanya tersebut. Tahun lalu untuk bidang Adipura kategori
kota besar, Kota Padang peringkat 1 terbaik nasional Piala Adipura bidang tata taman kota
.
uvid

 

Perlu Terminal Angkot di Padang 


PADANG, Haluan

Permintaan pedagang untuk membangun terminal angkutan kota, perlu disikapi secara arif dan bijaksana oleh pemerintah
kota. Sebagai pelayan masyarakat, pemerintah berkewajiban menyadiakan sarana dan fasilitas untuk memperlancar aktivitas usaha mereka.

“Sebuah
kota adalah suatu kesatuan yang utuh, dimana tugas pemerintah sebagai pelayan dari masyarakat. Jika masyarakat butuh fasilitas terminal, pemerintah berkewajiban menyediakannya karena terminal merupakan salah satu urat nadi bagi usaha mereka,” kata Ketua Kadinda Sumbar Asnawi Bahar kepada Haluan, Selasa kemarin, di Padang, menyoal desakan pengurus KPP Kota Padang akan sarana terminal angkot di pusat perdagangan.

Kondisi yang terjadi selama ini, terminal bus AKDP/AKAP di jalan Pemuda dan terminal angkutan
kota di jalan M.Yamin, dihabiskan oleh pemerintah. Sementara pengganti dari terminal bus AKDP/AKAP, jaraknya dengan pusat perdagangan sangat jauh sekali.

Mestinya, ketika terminal bus AKDP/AKAP ini dipindahkan ke Aie Pacah, pemerintah harus menyediakan fasilitas pendukung berupa sarana pertokoan, transportasi angkutan
kota, membuka akses jalan dari berbagai titik dan fasilitas pendukung lainnya.

Melihat kondisi TRB hari ini, menurut Asnawi, sulit bagi pemerintah memaksimalkan fungsi TRB. Padahal, untuk membangun fasilitas ini pemerintah sudah mengeluarkan dana miliaran Rupiah.

Begitu juga halnya dengan terminal angkutan
kota, hingga saat ini tidak ada terminal pengganti. Akibatnya, kawasan bundaran air mancur jalan M.Yamin seolah-olah sudah dilegalkan oleh pemerintah menjadi terminal angkot. Indisikasi itu terlihat dari ketidakmampuan aparatur dalam menertibkan angkot yang ngetem di kawasan ini.

“Mensterilkan bundaran air mancur sebagai tempat mangkal angkot, pemerintah perlu menyediakan terminal angkot. Telah banyak saran lokasi yang diusulkan oleh masyarkaat sebagai tempat terminal angkot,” kata Asnawi.uden

 

Atasi Segera Busung Lapar di Tiku! 

AGAM, Haluan

Pemerintah Kabuapten Agam terutama Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya, harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi adanya kasus busung lapar di Pasia Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara Agam.

 “Jangan dibiarkan terjadi dahulu atau masalah semakin berlarut-larut baru Pemkab Agam mengambil tindakan,” kata kata Ketua Komisi B  DPRD Agam Lazuardi Her man kepada Haluan, Selasa (5/6), melalui telepon seluler nya di Lubuk Basung sehu bungan berita Haluan terbitan Senin (4/6) berjudul ”Korban Gelombang Pasang Ada yang Terserang Busung Lapar”.

Dikatakannya, untuk mengatasi masalah kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sangat perlu dukungan semua pihak. Pemerintah Kabupaten, masyarakat, dan perantau, harus bahu membahu dan saling dukung, guna terwujudnya masyarakat yang sehat secara fisik dan sehat rohaninya.

Ditemukannya kasus busung lapar dan gizi buruk di Pasia Tiku, Agam merupakan preseden yang tidak baik bagi pemerintah kabupaten, Sebab, bagaimana pun juga, ma salah tersebut telah menimbulkan berbagai pendapat di tengah-tengah masyarakat, ter utama bagi perantau.

“Oleh sebab itu, pemerintah daerah harus lebih memperhatikan masyarakat pinggiran pantai di Kecamatan Tanjung Mutiara,” katanya.

Lebih lanjut Ketua KNPI Agam dan Sekretaris Golkar Kabupaten Agam.mengharapkan masalah tersebut harus di antisipasi segala kemungkinan yang terjadi di tengah masyarakat. urud

 

Rohanna Koeddoes Layak Jadi Pahlawan 

BUKITTIGGI, Haluan

Rohana Kudus (1884-1972), warta wati pertama Indonesia asal
Koto Ga dang, Agam, sudah selayaknya diangkat menjadi Pahlawan Nasional. Kiprah Ro hana Kudus dalam menggerakkan pe rempuan Ranah Minang untuk berfikir maju tak kalah perannya dibanding RA Kartini di Pulau Jawa.

“Memang sudah selayaknya Rohana Kudus diangkat menjadi pahlawan Na sional, sebab jasa-jasanya dalam menggerakkan perempuan
Indonesia khususnya di Ranah Minang cukup besar. Itu lah yang menjadi dasar pengangkatannya menjadi pahlawan Nasional,” ujar Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Agam Syahril St Kayo kepada Haluan, Selasa (5/6), di Bukittinggi.

Dikatakan, untuk mewujudkan ha  rapan itu, Partai Golkar Agam berenca na akan mengajukan surat permohonan kepada Menteri Sosial RI melalui Kes bang Linmas Agam agar Rohana Kudus diangkat menjadi Pahlawan Nasional.

“Masyarakat Sumbar, Agam khu susnya mendukung hal itu sehingga tokoh-tokoh yang lahir dan berperan be sar di Ranah Minang pada masanya mendapat tempat dan perhatian secara nasional,” ujar Syahril.

Diungkapkan, dalam hal pemikiran Rohana Kudus tidak kalah dengan to koh-tokoh lainnya di
Indonesia pada za mannya. Rohana Kudus pernah menerbitkan suratkabar “Soenting Melajoe” (Sunting Melayu-red) yang juga merupa kan suratkabar tertua di
Indonesia .
urud

Advertisements

Responses

  1. […] Indonesia, yang terlahir di Koto Gadang, Agam, 20 Desember 1884, sangat besar dalam menggerakkan perempuan Ranah Minang untuk berfikir maju tak kalah perannya dibanding RA Kartini di Pulau […]


Categories

%d bloggers like this: