Posted by: Haluan Harian | December 29, 2007

Bantuan Bencana Gempa Kok Dipotong?

BATUSANGKAR, Haluan

Bupati Tanah Datar M. Shadiq Pasadigue tidak mentolerir sedikitpun segala bentuk pungutan-pungutan atau pemotongan yang dilakukan terhadap bantuan bagi para korban gempa Maret 2007 lalu.

“Tidak ada pemotongan ataupun pungutan dengan alasan apapun dan bagi yang melakukannya di minta untuk segera mengembalikan potongan tersebut kepada para penerima bantuan” Hal tersebut disampaikan Bupati Tanah Datar kepada Haluan kemarin sehubungan dengan adanya praktek pemotongan dana bantuan gempa yang dilakukan di sejumlah kecamatan di Tanah Datar sebagaimana berita Haluan edisi kamis 27/12 kemarin. Ditegaskan Bupati, bahwa ketika mendapat informasi adanya pemotongan ini pihaknya telah langsung memerintahkan camat setempat untuk segera menindak lanjuti temuan tersebut dan segera kembalikan pemotongan  dana Bantuan korban gempa tersebut ke masyarakat penerima. “Tidak ada sedikitpun alasan untuk melakukan pemotongan walaupun itu merupakan bentuk terima kasih memang  dari para korban bencana ini kepada ketua kelompok atau wali jorong yang telah membantu mereka”Sementara itu berdasarkan pantauan Haluan kemarin, sejak Kamis malam, sejumlah Camat dan Muspika pada beberapa Kecamatan sibuk mengumpulkan para kordinator dan penerima bantuan gempa di Nagari masing-masing untuk menindak lanjuti temuan pemotongan dana bantuan tersebut. Seperti yang dilakukan Camat Salimpaung, Yulius Yakub SH beserta dengan Danramil dan Kapolsek Salimpaung yang langsung menggelar pertemuan mendadak di Salah satu jorong di Nagari Salimpaung. Meski sejumlah masyarakat penerima bantuan merasa tidak keberatan dengan pemotongan tersebut, namun Camat Salimpaung ini secara tegas menyampaikan bahwa dana bantuan gempa ini tidak boleh di potong. Bahkan secara tegas, Yulius Yakub beserta Muspika Salimpaung meminta agar para kordinator dan masyarakat penerima bantuan membuat surat pernyataan bahwa mereka tidak akan melakukan pemotongan terhadap bantuan gempa tersebut. Bukan hanya itu, sepanjang Jum”at kemarin camat yang merasa kecolongan tersebut akhirnya terpaksa mengunjungi kembali setiap nagari di Kecamatannya untuk mencek langsung pendistribusian bantuan tersebut Berdasarkan pantauan Haluan juga, kasus pemotongan dana yang di lakukan oleh sejumlah kordinator mereka ini terjadi akibat adanya kesepakatan diantara para penerima bantuan ini untuk menyisihkan sebahagian dana yang mereka terima untuk para pengurus dan wali jorong. Namun kasus ini mencuat ketika ada di antara para penerima bantuan ini yang tidak terima dan mempermasalahkan persoalan tersebut sehingga akhirnya terkesan terjadi pemotongan dalam penyaluran bantuan tersebut. Menanggapi hal tersebut Kepala Kantor Inforkom Tanah Datar, Edi Susanto SH.MM ketika dihubungi Haluan kembali menegaskan bahwa tidak ada pemotongan ataupun semacam balas jasa terhadap aparat yang telah melaksanakan tugas ini. Dan kepada masyarakat Tanah Datar yang belum terpantau dalam penyaluran bantuan ini, Edi Susanto juga meminta untuk segera melaporkan segala macam bentuk pemotongan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Karena menurut Edi, kondisi dari para korban gempa ini cukup memprihatinkan dan dengan dana yang mereka terima tersebut masih banyak diantara mereka yang belum bias memperbaiki rumahnya sesuai dengan standar rumah yang layak. “Bantuan ini belum seberapa dan jika ada lagi pemotongan tentunya makin memperberat kondisi masyarakat dan seharusnya kita menambah dan membantu meringankan beban mereka bukan menambah beban mereka” ujar Edi.  u ton 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: