Posted by: Haluan Harian | December 27, 2007

HAbis Bercerai, Sutanto Gorok Leher Jandanya

PASBAR, Haluan

Warga Jorong Puja Rahayu,  Kenagarian Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasaman Barat gempar, ketika mengetahui ada kasus pembunuhan yang dilakukan oleh suami terhadap isterinya Kamis sore kemaren.

Korban Titi (40) tewas seketika dengan leher nyaris putus, setelah digorok Sutanto Widodo (52) dengan sebilah parang. Usai menghabisi  nyawa bininya, tersangka pelaku yang kalap itu mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara meneguk racun rumput, kemudian menyerahkan diri ke kantor polisi. Sesampai di kantor polisi kondisi tersangka oyong lalu dilarikan ke Rumah Sakit Yarsi Simpang Empat.

Warga setempat yang mengetahui peristiwa berdarah di sore itu merasa kaget, karena tak mengira tersangka berbuat sekejam itu pada istrinya.

Sebelumnya korban dan pelaku baru saja usai melaksanakan sidang perceraian secara adat. Usai sidang, korban pulang ke rumah dengan membonceng sepeda motor  BA.6103 QD yang dikendarai saudaranya. Rupanya tersangka pelaku mengikuti dari belakang. Menjelang korban sampai di rumah langsung dicegat pelaku dan terjadi perang mulut dengan pengendara sepeda motor yang ditumpangi korban.

Tanpa pikir panjang tersangka langsung memegang krah baju korban sambil digorok leher dengan parang.  Sebelum digorok, korban sempat minta ampun, tapi tak dihiraukan oleh pelaku. Bahkan dengan ganasnya pelaku menggorok leher korban hingga nyaris putus  dengan darah berceceran. Beberapa saat kemudian korban tewas di tempat kejadian.

Usai membunuh istrinya, pelaku kabur sambil mencoba bunuh diri dengan cara meneguk racun rumput. Diduga takut akan dicari polisi, tersangka kemudian menyerahkan diri.

Kini tersangka yang dinilai sadis tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit Yarsi Simpang Empat dengan tangan diborgol dibawah kawalan polisi.

Kapolres Pasbar AKBP Drs.Mahavira Zen kepada Haluan tadi malam mengungkapkan, diduga sang suami merasa sakit hati terhadap istrinya, karena mereka baru saja usai sidang perceraian secara adat lalu muncul niatnya untuk melakukan pembunuhan.

“Namun untuk mengetahui motif sebenarnya, tentu setelah tersangka berhasil diperiksa nanti. Yang jelas tersangka belum bisa diperiksa, karena sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” katanya.

Dikatakan, walaupun tersangka sedang dirawat, pihaknya terus melakukan penjagaan, karena dikwatirkan  bakal mencoba bunuh diri lagi dengan cara lain.Bahkan tersangka diborgol tangannya.(eja)

Posted by: Haluan Harian | December 27, 2007

Warga Sungai Naning Memekik

PAYAKUMBUH, Haluan

Masyarakat tiga nagari, Baruah Gunung, Sei Naning dan Koto Tongah kecamatan Bukik Barisan mempertanyakan minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terhadap perbaikan sarana umum jalan, terutama di kawasan nagari terujung.

 

Pasalnya jalan kabupaten pada ruas Suliki-Baruah Gunung tepatnya di nagari Sei Naning telah belasan hari mengalami longsor. Badan jalan aspal sepanjang 3 meter dengan lebar 2 meter terban masuk jurang dengan kedalaman 5 meter. Sampai Kamis (27/12) kemaren belum dapat perbaikan dari instansi terkait.

Anggota DPRD Limapuluh Kota daerah pemilihan kecamatan Bukik Barisan, Suliki dan Gunung Omeh, Syafrisman mengatakan, jika ruas jalan kabupaten itu terputus, maka akan menambah cost bagi warga untuk bepergian ke Payakumbuh. Karena ruas jalan lewat Sei Naning merupakan jalur terdekat ke baruah Gunung hanya berjarak 40 km.

Sedangkan bila melewati Koto Tinggi akan menempuh jarak sekitar 72 km, itupun harus menanggung resiko disebabkan beberapa titik ruas jalan masih mengalami kerusakan. Sebaiknya instansi terkait memperbaiki jalan yang longsor tersebut secepatnya supaya kerusakan jalan tidak bertambah parah, harap Syafrisman.

Ruas jalan kabupaten di Sei Naning tersebut, sudah lebih dari 10 hari mengalami longsor, herannya perbaikan jalan yang diharapkan masyarakat kurang mendapat perhatian dari instansi terkait yang sudah dilapori secara lisan.

“Bila tidak diperbaiki sesegeranya, kemungkinan besar longsoran badan jalan di lokasi itu akan bertambah parah. Dikawatirkan hubungan Suliki-Baruah Gunung lewat Sei Naning bakal terputus total,“ ujar Syafrisman. (zul)

Posted by: Haluan Harian | December 27, 2007

Terowongan KA Padang-Solok akan Dibangun

PADANG, Haluan

Investor dari Korea dan India berminat membangun tunnel (terowongan) jalur kereta api yang menghubungkan Padang-Solok. Investasi pembangunan tunnel itu akan menelan biaya 300 juta dolar Amerika.

“Saya baru kembali dari Hongkong dan hasilnya ada investor dari Korea dan India yang berminat membangun tunnel Padang-Solok. Dalam waktu dekat hasil ini segera dilaporkan kepada Menteri Perhubungan dan dibicarakan dengan Direktur Utama PT Kereta Api,” ujar Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi kepada Haluan, Kamis (27/12), di Padang.

Dalam pertemuan dengan menteri dan pihak perkeretaapian tersebut, gubernur akan membicarakan lebih lanjut tentang desain serta sistem kerjasama yang akan disepakati dengan investor dalam pembangunan tunnel tersebut.

“Ada dua pola kerjasama yang mungkin dilakukan, apakah BOO (build, own, operate) atau BOT (build, own, transfer). Barangkali pemerintah pusat nanti juga punya rencana kerjasama lain, tentu perlu dibicarakan lagi lebih lanjut,” kata Gamawan.

Rencana pembangunan tunnel kereta api yang menghubungkan Padang-Solok sangat strategis bagi perkembangan perekonomian Sumbar. Pembangunan infrastruktur ini kelak akan mendukung akses hingga ke pelabuhan Teluk Bayur.

Menurut Gamawan, upaya itu akan mendukung keberadaan pelabuhan Teluk Bayur sebagai gerbang utama pantai barat Sumatra. “Dengan aktifnya kembali jalur kereta api barang ke Teluk Bayur maka daerah tetangga, seperti Jambi, Riau, Sumatra Selatan dan daerah terdekat lainnya ke Sumbar, akan memilih pelabuhan Teluk Bayur sebagai jalur perdagangannya,” ujarnya.

Selain peningkatan jalan untuk transportasi jalan raya maupun rel, keberadaan pelabuhan Teluk Bayur sebagai gerbang utama pantai barat Sumatra juga telah didukung pembangunan pembangkit listrik (power plan) dengan kekuatan 3×100 megawatt. (nov)

Posted by: Haluan Harian | December 27, 2007

Pilkada Pariaman 28 Juli 2008

PADANG, Haluan

Dijadwalkan tanggal 28 Juli 2008, masyarakat kota Pariaman sudah dapat melakukan pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung. Tidak tanggung-tanggung, sekitar Rp 6,2 milyar lebih anggaran disediakan, dan telah ditetapkan dalam APBD 2008 kota Pariaman.

Sedangkan anggaran untuk panitia pengawas (Panwas) Pilkada, dan anggaran keamanan dipisahkan dari anggaran KPU kota Pariaman. Karena panwas dan keamanan, punya pos tersendiri. Untuk keamanan dana yang sudah ditetapkan sebesar Rp 600 juta.

Untuk peserta Pilkada, setiap partai hanya boleh mengusung calon, kalau memiliki suara 25 persen. Kalau tidak, partai yang tidak cukup suara harus melakukan koalisi, agar suara 15 persen dapat terpenuhi. Saat ini partai yang bisa mengusung calon sendiri adalah, PKS, PPP, dan PAN. Sementara PKP, Partai Demokrat, Golkar, dan beberapa partai lain harus lakukan koalisi.

“Diperkirakan dari suara yang ada, dimungkin akan ada tujuh calon Calon walikota nantinya,” kata Ketua KPU Kota Pariaman Alwis Ilyas.  Kondisi itu terungkap dalam ekpos KPU kota Pariaman, saat kunjungan kerja anggota DPRD Sumbar, daerah pemilihan (Dapil) IV, Kamis (27/12) di kantor Walikota Pariaman. Hadir saat itu, dari DPRD Sumbar diantaranya Ir. Djonimar Boer, Erwina Sikumbang, Rafdinal, Erizal Lazran, Tk. Ismet Ismail, Taslim, Rusli Salim, Guspardi Gaus, dan wakil Ketua DPRd Sumbar Masful.

Anggota DPRD Sumbar Dapil IV menilai, anggaran Pilkada kota Pariaman cukup besar. Jika dibagi dengan pemilih, akan menjadi Rp 130 ribu lebih untuk masing-masing pemilih. Jika dibandingkan dengan anggaran untuk KPU Provinsi, sangat jauh berbeda.

Menurut Masful, hendaknya anggaran untuk Pilkada jangan terlalu besar. Karena ada beberapa hal yang bisa dihemat, seperti kota suara dan bilik pemilihan. Keduanya masih ada dan kondisinya juga masih baik. Untuk itu, diharapkan akan KPU kota Pariaman.dapat menghemat sebaik mungkin.

“Sehingga, anggaran dapat berlebih dan digunakan untuk yang lain, tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Masful.(rud)

Posted by: Haluan Harian | December 27, 2007

Danrem Pecat Tiga Anggotanya

PADANG, Haluan

Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja Kolonel Arm. Bambang Subagio memecat tiga orang prajurit jajaran Korem 032/Wirabraja yang terlibat dalam sejumlah kasus sekaligus memberhentikan dengan tidak hormat dari dinas kemiliteran dalam suatu upacara di Lapangan Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti, Kamis (27/12) kemarin.

Dua dari tiga orang prajurit tersebut merupakan anggota Yonif 133/YS yaitu Sertu Agusman dan Kopda Arpen Rizal. Sedangkan satu orang lagi merupakan anggota Provost Makorem 032/Wirabraja yaitu Kopda Subur Hasibuan.

Sesuai putusan Pengadilan Militer I-03 Padang Nopmor Put/76-K/PM-I-03/AD/VII/2006 tanggal 20 Juli 2006, Sertu Agusman terbukti melakukan tindak pidana penggelapan dan dijatuhi hukuman pidana pokok penjara 12 bulan dan dipecat dari dinas kemiliteran.

Sedangkan Kopda Arpen Rizal sesuai putusan Pengadilan Militer I-03 Padang Nomor Put/171-K/PM-I-03/AD/VII2006 tanggal 19 Juli 2006 terlibat kasus tindak pidana disersi dan dijatuhi vonis oleh hakim dengan pidana pokok penjara 20 bulan dengan tambahan dipecat dari dinas kemiliteran.

Sementara, Kopda Subur Hasibuan diganjar hukuman penjara 20 bulan dengan tambahan dipecat dari dinas kemiliteran sesuai putusan Mahkamah Agung RI Nomor 109/MIL/2005 tanggal 23 Desember 2005.

Terkait dengan pemecatan ini, Kolonel Arm. Bambang Subagio menegaskan bahwa demi kepentingan yang lebih luas, maka tindak pemecatan dan pemberhentian dengan tidak hormat harus dilaksanakan demi tegaknya supremasi hukum dan kredibilitas institusi Korem 032/Wirabraja. (mad)

Posted by: Haluan Harian | June 13, 2007

Hasil UN Sumbar Meningkat

PADANG, Haluan 

Kerja keras Dinas Pendidikan Sumbar bersama seluruh siswa SLTA peserta Ujian Nasional (UN) berhasil menepis kekhawatiran terhadap kemungkinan anjloknya hasil UN 2007. Keseriusan yang ditunjukkan walikota dan bupati beberapa daerah di bidang pendidikan juga membuahkan hasil, dimana prestasi daerahnya yang anjlok sebelumnya berhasil naik dan tampil ‘mengejutkan’ tahun ini. 

Gubernur Sumbar, H. Gamawan Fauzi mengucapkan selamat kepada siswa dan dinas pendidikan yang berhasil melewati tantangan berat pada UN tahun ini. Meskipun, tantangan berat juga dihadapkan kepada mental siswa setelah dilanda musibah gempa, namun berkat kerja keras dan keseriusan, berhasil menuai prestasi. Berdasarkan data hasil UN 2007, Untuk tingkat SMA Sumbar berhasil mencapai target dengan meningkatkan prestasi tingkat kelulusan siswa mencapai 95.52%, atau lulus 31.298 dari 32.767 peserta.

Prestasi tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang mana tingkat kelulusan hanya 93.80% dari 32.666 peserta. Bahkan, untuk jurusan IPA SMA berhasil mencapai 97.81% tingkat kelulusan, Jurusan Bahasa 97.40% dan IPS 93.99%. Untuk Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tingkat kelulusan sedikit menurun yaitu 87.78% dari 6.335 peserta, sedangkan tahun lalu tingkat kelulusan mencapai 89.65% dari 6.115 peserta. (Jurusan IPA lulus 92.76%, IPS lulus 85.44% dan Bahasa 93.99%). 

Begitu juga halnya untuk SMK juga mengalami sedikit penurunan. Tahun ini tingkat kelulusan 89.60% dari 13.960 peserta, sedangkan tahun lalu berhasil lulus 93.14% dari 14.313 peserta. Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Dr. Ir. Rahmat Syahni, M.Sc didampingi para Kasubdin-nya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (12/6) kemarin juga mengungkapkan rasa syukur atas hasil UN SMA tahun ini. 

“Alhamdullilah, UN tahun ini bisa kita lewati dengan prestasi yang cukup membanggakan. Ini tak lepas dari keseriusan dan kerja keras kita bersama dengan melaksanakan gerakkan sukses di masing-masing daerah dan dua kali Pra UN yang kita gelar,” kata Rahmat. 

Menurutnya, meski tingkat kelulusan belum mampu mencapai 100%, namun prestasi yang ditunjukkan siswa tahun ini cukup baik dan membanggakan. Hasil yang membanggakan yaitu setiap materi yang diujikan ini menunjukkan peningkatan. Artinya, tidak ada lagi bidang mata pelajaran yang menonjol atau yang dianggap siswa mata pelajaran yang lebih mudah. Tetapi siswa berhasil meningkatkan kemampuan setiap bidang meteri yang diujikan.

Tantangan berat yang dilewati tahun ini yaitu standar tingkat kelulusan naik dari 4.50 menjadi 5.00. Di samping itu, kemurnian hasil ujian juga lebih tinggi dimana selama pelaksanaan ujian diawasi lebih ketat. Peluang siswa bekerja sama dan mencontek punya temat sangat minim, karena pemberian soal bagi peserta dua jenis, yaitu soal yang diterima seorang peserta tidak sama dengan soal teman sebelahnya. 

Kabupaten dengan peningkatan prestasi membanggakan yaitu Pasaman Barat yang mampu naik ke peringkat 2 untuk SMA/MA dan SMK. Sedangkan peringkat pertama masih ditempati Bukittinggi.  Prestasi gemilang juga ditunjukkan Kota Padang yang naik ke peringkat 4 untuk tingkat SMA dan MA. Namun, sayang tingkat SMK, Padang anjlok ke peringkat 17 dari 19 kabupaten/kota.“Disamping prestasi siswa pada UN ini cukup bagus, hasil yang membanggakan juga ditunjukkan prestasi daerah yang cukup merata sekarang. Bagi daerah yang serius, dapat meningkatkan prestasi,” tambahnya. uvid

Posted by: Haluan Harian | June 13, 2007

Pilkada Jangan Ganggu Ekonomi

PADANG, Haluan 

Sejumlah figur mulai mencuat menjelang pelaksanaan perhelatan besar pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Padang 2008. Terkait hal tersebut asosiasi dunia usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Padang mengharapkan pelaksanaan Pilkada tersebut dapat berjalan secara wajar sehingga tidak mengganggu iklim ekonomi dan usaha Padang apalagi mengingat Padang sebagai ibukota provinsi. 

 “Kita harapkan pelaksanaan Pilkada Kota Padang 2008 dapat berjalan secara normal. Para calon dan pendukung jangan terlalu “ngotot” sehingga berbuat hal-hal yang dapat memicu terjadinya kisruh yang akan berdampak tidak baik terhadap iklim usaha dan investasi di Kota Padang apalagi mengingat Padang sebagai ibukota provinsi,” ujar Ketua Kadin Kota Padang, Yunisfar, SE yang dikonfirmasi Haluan Selasa (12/6).  

Menurut Yunisfar, iklim usaha dan ekonomi sangat tergantung pada situasi keamanan dan isu-isu politis suatu daerah. Karenanya pelaksanaan Pilkada yang syarat muatan politis dan sangat rentan terhadap aksi-aksi kecurangan, yang dapat membuat suasana kemanan menjadi tidak kondusif di suatu daerah karena persaingan yang tidak sehat dan tidak wajar dalam memenangkan persaingan menjadi orang pertama di kota ini. 

“Dimanapun di belahan dunia ini dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah pasti aksi “ngotot” tersebut tidak bisa dihindarkan. Nah disinilah kita harapkan peran Komisi Pemilihan Umum untuk mengawasi Pilkada tersebut agar pelaksanaan pilkada dapat berlangsung lancar dan terkendali. Tidak hanya mengawasi prosesnya namun juga sumber dananya harus jelas agar tidak ada ribut-ribut dikemudian hari seperti masalah dana non budgeter DKP,” ujar dosen UBH tersebut lagi.  

Dikatakannya, terlepas dari siapa pun yang akan terpilih nantinya sebagai Walikota dan Wakil Walikota Padang, yang pastinya calon pemimpin di kota ini haruslah orang-orang yang punya visi dan misi yang sama untuk membangun perekonomian Kota Padang ke depan menjadi lebih baik dan lebih berkembang sehingga mampu menjadi tempat hidup dan bergantung yang kokoh bagi masyarakatnya.  

“Yang kita harapkan tentu adalah pemimpin yang mampu menggairahkan geliat perekonomian di kota ini. Mengingat dalam beberapa tahun terakhir ini, ekonomi Padang relatif merosot. Padang tak lagi menjadi tempat yang menarik bagi sebagian besar orang untuk hidup dan berusaha di sini. Kebanyakan usaha banyak berpindah ke Bukittinggi misalnya karena roda usaha di sini tak lagi menggairahkan. Inilah yang harus menjadi perhatian besar bagi walikota dan wawako terpilih nantinya. Bagaimana menciptakan Padang yang tak hanya mendapatkan pengakuan dengan berbagai penghargaan yang diraih dari luar, namun yang paling penting adalah pengakuan dari masyarakatnya sendiri yang memang merasakan bahwa pemerintahnya memang telah berbuat banyak untuk kesejahteraan masyarakatnya,” kata dia lagi.  

Ditambahkannya, pemimpin terpilih nantinya harus mampu menjadikan Padang memiliki daya tarik tersendiri baik bagi masyarakatnya sendiri maupun dari luar. Baik itu dari segi keamanan dan kenyamanan berusaha dan prospek berusaha. Dengan demikian, lambat laun daya tarik dari bidang lain seperti wisata dan lainnya akan menjadi satu dan menimbulkan kekuatan ekonomi baru bagi kota ini.  

“Kalau harapan kita dari dunia usaha sih, pemimpin yang terpilih nantinya adalah birokrat yang enterpreneur. Dalam artian dia seorang politisi yang hebat, namun juga seorang yang punya visi pengembangan ekonomi dan usaha yang hebat pula. Perpaduan dan sinergitas antara 2 unsur tersebut pastinya akan menciptakan Padang menjadi daerah yang mapan secara ekonomi namun juga tetap kondusif,” ungkap dia lagi.uita

Posted by: Haluan Harian | June 13, 2007

Sumbar Dihoyak Gempa 15 Kali

PADANG, Haluan

Sejumlah daerah di Sumbar, sejak Selasa subuh digoyang 16 kali gempa tektonik namun belum ada laporan menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Gempa pertama terjadi pukul 05.19 WIB berkekuatan 3,5 skala richter (SR), diikuti 15 gempa susulan hingga pukul 11.45 WIB.Gempa dirasakan II hingga III MMI di Bukittinggi, Padang Panjang, Payakumbuh, Kabupaten Agma, 50 Kota dan Tanah Datar.

Tidak terjadi kepanikan berlebihan dari warga akibat gempa, karena kekuatan guncangan tidak terlalu kuat. Gempa tektonik itu berpusat pada 0,55 Bujur Timur (BT) dan 100,45 Lintang Selatan (LS) pada kedalaman 20 kilometer dibawah permukaan tanah. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer arah Utara Kota Padang Panjang, di kawasan kaki Gunung Merapi, Kabupaten Tanah Datar.

“Gempa disebabkan patahan cesar semangko, ujarnya.Fitri menyebutkan, dari 15 kali gempa susulan itu empat kali diantaranya dirasakan warga yakni pada pukul 10.38 WIB, 10.43 WIB, 10.45 WIB dan 11.45 WIB. Kekuatan gempa susulan itu semakin melemah, namun diperkirakan masih akan terus berlangsung.Ia menambahkan, belum ada laporan kerusakan bangunan dan korban akibat gempa tersebut.

Gempa dengan II hingga III MMI, tidak merusak bangunan dan hanya dirasakan goyangan oleh manusia.Di Kota Bukittinggi, getaran gempa terasa cukup kuat. Gempa tidak terjadi sekali saja, tapi berulang kali. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, warga terlihat berjaga-jaga di halaman rumah mereka. Pantauan Haluan pagi kemaren di kawasan Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Kota Bukittinggi, sejak gempa pertama pagi itu hingga pukul 07.30 WIB, warga masih terlihat berjaga-jaga di halaman rumah.

Kami khawatir jika gempa besar kembali terjadi seperti bulan Maret lalu, ujar Abdurrahman (50), salah seorang warga Gulai Bancah menyampaikan kepanikannya atas musibah itu.Di SDN 07 Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang, para orangtua terlihat mengerumuni halaman depan sekolah, menunggu anak-anak mereka selesai ujian. Kondisi serupa juga terlihat di SDN 02 Percontohan di Jalan Rivai, Bukittinggi. Pihak sekolah terpaksa mengadakan ujian di halaman sekolah tersebut mengingat banyak anak-anak yang trauma akibat gempa.Sementara itu, di SDN 01 di Jalan Yos Sudarso, Benteng Bukittinggi tidak melaksanakan ujian. Pihak sekolah berinisiatif memulangkan seluruh siswa sekolah tersebut dan akan mengadakan ujian susulan.

Di sekolah ini beberapa ruang kelas juga terlihat retak-retak, begitupula anak-anak banyak yang takut belajar, ujar beberapa orang guru di sekolah tersebut.Di sejumlah rumah sakit di Kota Bukittinggi, khususnya di rumah sakit Madina yang berlokasi di Simpang Tarok Dipo, sekitar pukul 6.10 WIB seluruh pasien dievakuasi ke halaman gedung rumah sakit. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta banyak pasien yang panik atas getaran gempa yang terasa cukup kuat.Rumah Sakit Islam Ibnu Sina dan Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi, suasana diruang rawat inap masih berjalan normal dan pihak rumah sakit dapat meyakinkan pasien untuk tidak panik atas kondisi itu.Di Posko Penanggulangan Bencana Agam di Jirek Bukittinggi, 5 rumah warga di Mato Jariang, 6 di Kubu Katapiang dan 7 rumah di Lurah, Banuhampu mengalamirusak ringan. Namun, dari musibah tersebut belum dilaporkan ada warga yang meninggal dunia maupun cedera.Kabupaten Agam, getaran gempa juga terasa di kawasan Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu.

Menurut Wali Nagari Kubang Putiah, Gusmal St. Batungkek Ameh, guncangan gempa mulai terasa pukul 03.00 Wib. Awalnya hanya guncangan ringan. Kemudian semakin kuat. Guncangan paling kuat dirasakan sekitar pukul 05.30 Wib.Kondisi ini, sempat membuat panik warga. Rata-rata warga berhamburan dari dalam ruamh untuk menyelamatkan anak-anaknya dari ancaman reruntuhan bangunan rumah.

Gempa ini, menyebabkan 5 unit rumah di jorong Kubu Ketapiang, dan 7 unit rumah di Lurah Surau Baranjuang mengalami rusak ringan.Bapati Agam H. Aristo Munandar meminta warga, agar meningkatkan kewaspadaan. Kepada aparatur pemerintahan, diminta untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terjadinya gempa susulan.Sementara di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, gempa terjadi lima kali dan dua kali gempa dengan kekuatan besar. Kondisi ini, tidak terlalu membuat panik warga karena banyak warga yang tidak mengetahui gempa ini. uden/aan/sml/msm

Posted by: Haluan Harian | June 13, 2007

Bupati/Walikota Takut Gunakan Dana Bencana

PADANG, Haluan

Pasca DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) bencana untuk Sumbar disetujui pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota di Sumbar beserta Muspidanya kini dipusingkan oleh mekanisme pencairan dan penyaluran bantuan tersebut. Sistem PL (penunjukan langsung) pada proyek-proyek rekonstruksi tertentu pascagempa juga masih mengundang keraguan.

“Agar tidak salah langkah, kita akan meminta BPKP Sumbar untuk menjadi konsultan pemerintah daerah dalam mekanisme pencairan dana rekonstruksi ini,” ujar Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, pada rapat konsultasi pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan Muspida penerima DIPA bencana dengan jajaran Menko Kesra RI serta Menteri Sosial, Selasa (12/7), di Padang.

Keraguan tentang sistem PL pada proyek rekonstruksi muncul karena belum jelasnya klausul yang melegalkan pelaksanaan PL seperti tercantum dalam Keppres No 80 Tahun 2006, yang membolehkan PL untuk proyek-proyek yang mendesak.“Kita juga akan gandeng BPKP Sumbar untuk urusan ini, kejelasan tentang klausul proyek-proyek yang dibolehkan PL,” kata Gamawan.

Dari total Rp750 miliar DIPA bencana yang disetujui pemerintah pusat secara nasional tahun ini, Sumbar mendapatkan porsi yang cukup besar yaitu sekitar Rp312 miliar lebih. Jika ditambah dengan bantuan bencana dari Menteri Sosial dan Menteri Pendidikan Nasional maka jumlahnya mencapai Rp419 miliar.

“Jumlah tersebut akan mencapai Rp500 miliar jika ditambah dengan DAK (dana alokasi khusus) dan pengalihan dana APBD provinsi,” ujar Gamawan.Persoalan lain juga mengemuka pada rapat konsultasi tersebut. Pemerintah pusat mengamanatkan bantuan penanggulangan bencana ratusan miliar tersebut dibagikan sebesar Rp10 juta untuk setiap rumah rusak berat, dengan syarat harus diberikan dalam bentuk bahan bangunan, sedangkan masyarakat menginginkan bantuan dalam bentuk uang tunai.

“Ketentuan bantuan di Depsos tidak dibenarkan dalam bentuk uang tunai. Bantuan bahan bangunan baru dapat disalurkan setelah dokumen verifikasi diserahkan kepada kami. Tapi sudah hampir 3 bulan dokumen itu belum juga diterima. Jika tidak disegerakan, bantuan dapat saja dialihkan ke daerah lain,” ujar Dirjen Bantuan Bencana Alam Depsos, Yola Danu.

Sementara itu, verifikasi data kerusakan akibat gempa sebagai syarat pencairan dana bencana belum juga selesai karena lemahnya koordinasi pemerintah daerah dengan Tim Klinik Konstruksi.Dari 8 daerah terparah yang terkena bencana gempa, baru Agam yang proses verifikasinya tuntas. Akibatnya, 7 daerah pemerintah kabupaten/kota lainnya dideadline menuntaskan verifikasi selambatnya 22 Juni 2007.

Menurut Ketua Tim Klinik Konstruksi, Febrin Anas Ismail, verifikasi di Kabupaten Tanah Datar baru berjalan 34 persen dan 28,33 persen di Kota Padang Panjang. Sedangkan di Kabupaten Solok, Limapuluh Kota, Padang Pariaman, Kota Solok dan Bukittinggi, tim verifikasi belum bekerja karena kendala koordinasi dengan pemerintah daerahnya.  

“Bupati dan walikota serta Muspida harus menyatukan suara tentang mekanisme pelaksanaan bantuan bencana ini agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaannya,” ujar Deputi Bidang Kerawanan Sosial Menko Kesra, Asep Karsidi.Asep menegaskan bahwa dalam pencairan DIPA bencana, pemerintah daerah harus memenuhi aturan bersama berkaitan dengan pelaksanaan good governance.

“Lengkapi semua dokumen. Karena dalam pelaksanaan anggaran, dokumenlah yang berbicara sehingga tidak terjebak dengan urusan administrasi,” ujarnya.Selain persoalan tertib administrasi keuangan dan mekanisme PL yang dikuatirkan menjadi jebakan bagi aparat pemerintah daerah pada pengerjaan proyek rekonstruksi, sejumlah persoalan lain juga muncul pada rapat konsultasi, kemarin.Keluhan tentang ketersediaan kayu untuk bahan bangunan dan permintaan pengurangan pajak terhadap bantuan bahan bangunan diharapkan juga menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. unov

Posted by: Haluan Harian | June 13, 2007

Lelang Mobnas Gaya Solok

SOLOK, Haluan

Keinginan untuk menciptakan Good Local Governance di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Solok, langkah efisinesiensi dan efektivitas yang berkaitan dengan penggunaan anggaran hingga kini terus diupayakan.

Bahkan sebuah kebijakan yang cukup populer yang dilakukan Pemko Solok saat ini adalah menyangkut pelelangan dan pengadaan kendaraan Dinas bagi pejabat di Kota Lintas tersebut dengan sistim cicil serta sewa beli dan lelang kendaraan dinas pejabat.

Dengan sistem cicil dan sewa beli itu diharapkan mampu menghemat pengeluaran daerah sedemikian rupa.Dengan melakukan perubahan sistim pelelangan Mobil Dinas (Mobnas) ini,Wali Kota Solok Drs. H Syamsu Rahim kepada Haluan menuturkan dengan melakukan perubahan sistem pelelangan mobil dinas tersebut diharapkan ke depan pengendalian dan pengalokasian Mobnas bagi pejabat di lingkungan Pemko Solok akan lebih mudah dan jelas.

“Kebijakan ini sekaligus untuk menghindari gonjang ganjing tak sedap terhadap penggunaan Mobil dinas itu sendiri” jelas Syamsu Rahim. Dikatakan ketika sebuah Mobil dinas yang saat ini telah berusia diatas 5 tahun sebagai salah satu ketentuan layak tidaknya dilakukan pelelangan, dilakukan perjanjian lelang dengan pejabat atau kepala SKPD yang mempergunakan Mobnas itu sendiri.

Dengan demikian imbuh Syamsu Rahim, disamping memperkecil kemungkinan terjadinya keributan soal Mobnas pada saat mutasi atau akhir masa tugas, juga memberi peluang terhadap penambahan pemasukaan anggaran pada daerah.

“Persentase besar cicilan dihitung berdasarkan usia kendaraan serta lama cicilan ” katanya.Dengan langkah ini jelas Syamsu Rahim diharapkan akan dapat menambah motivasi kerja pejabat yang bersangkutan. Selain dilindungi dengan Peraturan Pemerintah, pihak Pemko Solok sendiri telah membuat Peraturan Daerah (Perda) soal proses pelelangan mobil dinas tersebut sebagai payung hukumnya. uris

« Newer Posts - Older Posts »

Categories